Kotak Pencarian Anda

Minggu, 01 Februari 2009

Masa bodo ia hamil atau tidak

Pada suatu hari, mobil Tante Lisa mogok disebuah desa terpencil. Hari saat itu telah gelap dan hujan turun rintik-rintik. Karena tidak ada bengkel yang dekat, akhirnya Tante Lisa mengunjungi sebuah rumah yang ada dipinggir jalan dan mengetuk pintunya.
“Selamat malam,” Kata wanita itu ketika si tuan rumah membuka pintu.
” Maaf, Pak, mobil saya mogok dan tidak ada bengkel buka malam-malam begini. Boleh saya menginap barang sehari disini?”
“Silakan, Nyonya,” jawab Tuan Rumah, kemudian ia memanggil seseorang.
” Toni, kesini, antar nyonya ini kekamarnya. Toni adalah anak kembar saya,
kakaknya bernama Tono.”
Singkat cerita, Tante Lisa akhirnya menginap dirumah orangtua Toni dan Tono. Karena udara sangat dingin, wanita kota itu mendambakan `kehangatan` lain, dari laki-laki. Kemudian ia teringat si pemuda kembar Toni dan Tono. Perlahan-lahan ia keluar kamar dan mengetuk kamar lain dimana dua pemuda itu beristirahat.
“Toni, Tono. Maukah kamu bermain cinta dengan saya?” Kata Tante Lisa ketika ia sudah berada dikamar. “Tapi karena saya tidak mau hamil, kamu berdua sebaiknya memakai kondom!”
Akhirnya mereka bertiga melakukan `kegiatan` malam tersebut. Lama cerita, tiga puluh tahun kemudian Toni dan Tono, yang sudah menjadi kakek-kakek, sedang bersantai di teras rumah.
“Toni, ingatkah kamu kepada Tante Lisa 30 tahun yang lalu?” Kata Tono membuka percakapan. “Ya, aku ingat. Kenapa?” “Dan omongannya bahwa ia menyuruh kita memakai kondom karena tidak mau hamil. Ingatkah kau?”
“Ya, aku ingat. Masa bodo ia mau hamil atau tidak.”
“Aku juga tidak mau tahu,” Tono menarik nafas panjang. “Karena itu, mari kita buka kondom ini sekarang.”

Selasa, 13 Januari 2009

Obat Tetes Mata

Seorang pasien berkata kepada dokternya: "Aku melihat ada kotoran di mataku."

"Jangan khawatir," kata dokter itu lalu meneteskan obat tetes mata ke mata pasiennya dan bertanya, "Sekarang bagaimana penglihatanmu?"

"Ah, betul, Dok, sekarang kotoran itu terlihat lebih jelas lagi," kata pasien itu.

Mau Belajar PS2


Fahkri mempunyai teman akrab di kelasnya . ia hampir setiap hari bermain di rumahnya itu dan suatu hari......

Fahkri : "bu , boleh kerumah Fakhri gak ?"
Ibu : "Kamu pasti mau main ya ? gak boleh kamu main terus tiap hari sama dia. kapan belajarnya? hah..."
Fakhri : "Siapa juga yang mau main orang mau belajar kok !"
Ibu : "Bener ?"
Fakhri : "Sumpah deh 10-RIUS.!!"
Ibu : "ya sudah kala begitu , jangan kesore-an yah..."
Fakhri : "iya ,bu..."

Setelah sekitar 2 - 3 jam Fakhri pulang kerumah...

Fakhri : "Assalamualaikum....."
Ibu : "Wa'alaikumsalam.... Gimana uda belajarnya?"
Fakhri : "Udalah bu,kalau belum ngapain pulang ???"
Ibu : "ya udah mana hasil belajarmu ?"
Fakhri : "Gak ada.."
Ibu : "loh... kok gak ada ? emang kamu belajar apa ?"
Fakhri : "belajar maen PS2 bu."
Ibu : "#@$!!*&^"

Sabtu, 10 Januari 2009

Tambal Ban Dalam


Seorang guru sekolah minggu sedang mengajar anak-anak sekolah minggu belajar bernyanyi. Pada saat sebelum waktu belajar selesai, sang guru memberikan waktu untuk anak-anak sekolah minggu yang ingin bernyanyi.

Ia berkata, "Anak-anak, siapa yang ingin bernyanyi hari ini? Lagunya bebas .... Nanti saya akan iringi dengan musik!"

Kemudian ada seorang anak sekolah minggu yang mengangkat tangannya.

Sang guru pun bertanya kepada anak ini, "Ya, kamu ... mau nyanyi apa?"

Dengan yakin sang anak berseru, "Tambal Ban Dalam!"

Merasa tidak pernah mengajar lagu dengan judul tersebut, sang guru bertanya ulang karena takut salah mendengar. Tetapi sang anak dengan yakin tetap mengatakan, "Lagu Tambal Ban Dalam".

Menyerah ... sang guru pun berusaha dengan tenang mengikuti kemauan sang anak untuk menyanyikan lagu 'Tambal Ban Dalam' Maka bernyanyilah sang anak, "Ku jatuh cinta pada-Nya ... tambal ban dalam dan tambal ban dalam lagi ...."

Salah Jilat Sisi Perangko


Seorang diktator mendatangi Kepala Kantor Pos, dan sembari marah-marah ia bertanya,

"KENAPA ORANG-ORANG TIDAK MAU MEMAKAI PERANGKO YANG ADA PHOTONYA SAYA?!!!".

Si Kepala Kantor Pos menjawab. "Oh... itu Pak, perangkonya tidak bisa nempel, kualitas lem-nya jelek sekali".

Dengan penasaran, sang diktator mengambil perangko itu, kemudian menjilatnya serta menempelkannya di amplop.

"LIHAT, PERANGKO INI MENEMPEL DENGAN BAIK, APANYA YANG KURANG?", bentak sang diktator.

Kepala Kantor Pos agak hilang akal sejenak, kemudian ia berkata, "Aah... kalau begitu, pastilah orang-orang salah menjilati sisi yang satunya, Pak!!"

"????!!!!!!!"

Tinggal Satu Ekor Ayam


Seorang penjual daging hanya tinggal mempunyai 1 ekor ayam. Tapi dia tidak mau memberitahukan pada pembeli, sehingga ia pura-pura bergegas pergi ke belakang toko, seolah-olah dia sedang memilih salah satu ayam yang terbaik dari kandang ayamnya.

Sambil menendang kandang ayam dan berkotek-kotek seperti ayam, dia segera kembali ke toko dengan membawa satu-satunya ayam yang dimilikinya dan dijualnya kepada ibu Jones.

Penjual daging menimbang ayam itu dan berkata, "Ibu Jones, ayam ini harganya Rp. 11.000,00." Ibu Jones menjawab, "Jika tidak keberatan, saya butuh ayam yang sedikit lebih besar."

Lalu penjual itu kembali ke belakang toko dan "membuat" banyak keributan. Dia segera kembali ke toko dengan membawa ayam yang sama dan berkata harganya Rp. 20.000,00.

Ibu Jones menjawab, "Kalau begitu, akan saya beli kedua ayam itu."

Penjual : ??##$$%^%&

Blogspot Templates by Isnaini Dot Com and Insurance News. Powered by Blogger